Seseorang melaporkan kepada Khalifah Makmun Ibn Harun Al Rasyid bahwa Imam Musa al Ridla Ibn Ja'far Shadiq Ibn Hasan Ibn Ali Ibn Abi Thalib masih menerima zakat dan shadaqah meski sudah mendapat santunan bagi Ahl al Bait dari Negara.

Seperti kita ketahui Ahl al Bait atau sering kita sebut dzurriyat atau keturunan Nabi Muhammad tidak boleh dan diharamkan menerima zakat dan shadaqah.

Khalifah Makmun Ibn Harun Al Rasyid kemudian datang ke Imam Musa al Ridla untuk menyelesaikan masalah ini.

"Wahai Musa mengapa engkau sudah mendapat santunan tapi masih menerima zakat dan shadaqah?" Tuduh Khalifah Makmun.

"Demi Allah, saya tidak bohong saya tidak melakukan seperti apa yang anda tuduhkan." Jawab Imam Musa

"Oke kalau begitu saya akan datangkan orang yang melaporkanmu padaku untuk mengklarifikasi laporannya dihadapanmu" kata Khalifah Makmun

Didatangkanlah orang yang melaporkan itu dihadapan Imam Musa al Ridla dan Khalifah Makmun, dan orang itu bersikukuh atas laporannya pada Khalifah bahwa Imam Musa menerima zakat dan shadaqah. Imam Musa kemudian berdoa:

اللهم بك استفتح و بك استنج و بحمد صلي الله عليه وسلم إليك أتوجه اللهم اعطني من الخير من اعدائي فوق ما ارجو واصرف عني من الشر فوق ما أخاف واحذر فإنك تقدر ولا اقدر وتمحو ما تشاء وتثبت وعندكم ام الكتاب.
Ya Allah kepadaMu saya mohon dibuka dan mohon diberi kemudahan, dan dengan berwasilah pada Nabi Muhammad SAW saya menghadapMU. berilah aku kebaikan dari musuhku melebihi apa yang aku harapkan dan jauhkan aku dari keburukan melebihi apa yang aku takutkan dan aku kuatirkan. sesungguhnya Engkau kuasa dan aku tak kuasa. Engkau menghapus dan menetapkan apa yang Engkau inginkan dan disisiMU ummul kitab.

Usai Imam Musa membaca doa tiba-tiba orang yang melaporkan itu meninggal dunia. Khalifah Makmun kemudian mengelilingi mayat itu dan sangat terkejut saat ada sesuatu yang sangat mengerikan pada jasad sang mayat.

Menyadari kesalahannya karena menerima laporan seseorang dan langsung menuduh Imam Musa al Ridla, Khalifah Makmun kemudian melepas imamah yang dipakainya dan meninggalkannya disisi Imam Musa, kemudian memberikan harta berlimpah seraya memberikan jabatan ke Khalifah an kepada Imam Musa al Ridla.

Pemimpin yang menyadari bahwa dirinya tetap saja manusia yang tidak sempurna, tidak akan pernah berani menjanjikan apapun karena dia tidak bisa berubah menjadi Tuhan yang bisa mewujudkan segala yang dikehendaki rakyatnya, dan senantiasa berani mengakui kesalahan karena tidak ada yang maksum selain Nabi.

Sumber: Pesantren Nurul Huda Mergosono.