Assalamu'alaikum kiai. Saya Muchtar Habib di Denpasar. Maaf kiai, dengan selalu memohon petunjuk dari Allah ijinkan saya untuk bertanya tentang ajaran Islam yang kurang saya pahami. Saya ingin bersedekah (misalnya berupa Al-qur'an) yang mana sedekah tersebut saya niatkan untuk almarhum/almarhumah. Dengan harapan almarhum/almarhumah mendapat fadilah/pahala dari sedekah tersebut dan mendapatkan sebagian pahala ketika seseorang yang saya beri Al-Qur'an membacanya.

Nah, yang saya tanyakan, apakah harapan saya tersebut benar dan almarhum/almarhumah mendapat pahala ketika al-qur'an tersebut dibaca??  Mohon pencerahannya kiai...Atas sedianya memberi pencerahan, saya ucapkan syukron katsir... Wassalamu 'alaikum wr.wb.

Wa’alaikumsalam warahamatullah wabarakatuh.
Saudara Muchtar Habib di Denpasar, mudah-mudahan Allah selalu melimpahkan hidayah-Nya untuk mengiringi langkah saudara dalam mengarungi kehidupan ini.

Sebelum menjawab pertanyaan yang saudara sampaikan, terlebih dahulu kami mohon maaf atas keterlambatan jawaban ini.

Saudara penanya yang kami muliakan. Kematian merupakan tahapan yang harus dilalui oleh seorang mukmin untuk bertemu dengan kekasih sejatinya yang telah menjanjikan beraneka bonus, bermacam-macam hadiah serta berbagai kenikmatan yang kekal dalam keabadian. Ketika maut menjemput, babak baru kehidupan pun di mulai. Alam dunia hanya tinggal kenangan semata, rangkaian peristiwa yang selama hidup terukir saat itu pula berakhir. Interaksi sesama manusia yang selama ini terjadi harus berhenti. Saat itulah Alam barzah/ alam kubur siap memainkan perannya.

Semua amal perbuatan manusia telah terputus jalinan maupun jaringannya dengan kehidupan alam dunia, kecuali tiga hal sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Rasulullah saw melalui sebuah sabdanya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: " إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: dari Abi Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah saw bersabda: “Apabila seorang manusia telah meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga hal; sedekah jariyah, illmu yang bermanfaat, anak shalih yang mendo’akannya.”

Saudara Muhtar yang dimuliakan Allah.

Berdasarkan hadis di atas, para ulama ahlussunnah wa al-jama’ah berpandangan bahwa pahala dari sedekah, infaq, bacaan al-Qur’an, dzikir, serta amal-amal saleh lain yang disampaikan oleh orang yang masih hidup dan ditujukan untuk saudara sesama muslim yang telah meninggal, pahalanya akan sampai kepadanya. Untuk lebih meyakinkan pandangan para ulama ini, ada baiknya apabila kami menyuguhkan satu hadis lagi sebagai penguat bahwa pahala amal kebaikan yang dihaturkan untuk orang yang telah meninggal akan bermanfaat baginya (sampai kepadanya). Hadis berikut ini diriwayatkan oleh imam Muslim dalam shahihnya berdasarkan riwayat Ibnu Abbas:

عن ابْن عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهُوَ غَائِبٌ عَنْهَا، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا، أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا؟ قَالَ: «نَعَمْ»، قَالَ: فَإِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِيَ المِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا

Artinya: dari Ibnu Abbas ra: bahwasannya ibu Sa’d bin Ubadah ra meninggal dunia, sementara saat itu, ia (Sa’d) tidak berada disisinya. Kemudian Sa’d bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia sementara aku tidak mengikuti prosesi pengurusan jenazah (tidak hadir di tempat), apabila aku bersedekah untuknya, apakah hal itu berguna baginya? Rasulullah menjawab: iya. Lalu Sa’d berkata: sesungguhnya aku mempersaksikan kepadamu wahai Rasulullah bahwasannya kebunku yang sedang berbuah ku sedekahkan kepadanya (ibuku).

Dua hadis di atas kiranya semakin meyakinkan saudara dan kita semua bahwa pertanyaan yang anda sampaikan maupun harapan sampainya pahala kepada yang telah meninggal sebagaimana yang anda cita-citakan telah terjawab. Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan dapat mencerahkan pemahaman anda dan kita semua tentang sebagian ajaran Islam. Amin. (Maftukhan)

Sumber: http://nu.or.id